Legenda Harman Kardon dan JBL
Pernah denger merk Harman Kardon atu JBL yang punya harga aje gile??? Pasti sudah apalagi buat loe yang suka main and dengerin musik. Dengan kualitas yang extra harga yang di tawarkan juga ekstra. Dan hebatnya merk tersebut ternyata perpaduan dari dua nama penciptanya yakni Sydney Harman dan Bernard Kardon.
Sayangnya sang legenda audio, Sydney Harman meninggal dunia pada Rabu (13/4/2011) di usia 92 tahun akibat kanker darah (leukimia) yang menyerangnya 1 tahun terakhir. Harman lahir di Montreal. Perkenalan dengan alat elektronik didapat dari studio milik Ayahnya yang bekerja di perusahaan alat bantu pendengaran. Namun tidak serta merta Harman muda langsung menciptakan perangkat audio. Bahkan cukup melenceng yakni masuk ke bisnis media dengan menjual majalah guna memenuhi kebutuhan kuliahnya.
Selanjutnya Harman bekerja di David Bogen Co, sebuah perusahaan pembuat marka jalan dan pertama kalinya bertemu dnegan partner yang kelak membuatnya melegenda yakni Bernard Kardon. Keduanya punya hobi yang sama yakni utak-atik elektronik terutama teknologi audio. Selanjutnya keduanya bersama-sama membuat sistem audio kualitas tinggi dan di usulkan untuk di produksi secara masal pada perusahaan dimana mereka bekerja. Namun peruntungan memang belum hinggap dan ide cemerlang dua karyawan ini dengan tegas di tolak oleh perusahaan.
Merasa perjuangan belum usai keduanya akhirnya memutuskan untuk memproduksi sendiri dengan mendirikan perusahaan dengan modal yang pas-pasan. Kabarnya modal awal hanya 10.000 USD saja. Harman-Kardon akhirnya berdiri pada tahun 1953 untuk memproduksi sistem audio HiFi. Model pertama yang di keluarkan menggunakan casing kayu sehingga menghilangkan kesan kaku seperti sistem audio yang banyak dibuat saat itu banyak menggunakan chasing plastik atau logam.
Harman memperkenalkan receiver stereo pada tahun 1958 yang dinilai publik cukup revolusioner. Sebab saat itu telinga pendengar lebih banyak di jejali oleh suara mono jadi dengan hadirnya stereo membuat produk Harman di cari. Selanjutnya produksi audio dengan mereka Harman-Kardon diterima dengan baik di pasar sampai sekarang.
Sempat Bangkrut
Dalam perjalanan bisnis, Harman Kardon sempat dijual ke pihak lain saat hendak kolaps, namun kembali dibeli Harman setelah mendapatkan modal. Selanjutnya seiring perkembangan jaman sistem audio Harman-Kardon makin terkenal sebagai perangkat penghasil suara kualitas tinggi. Sekarang kualitas Harman Kardon dan JBL bisa dikatakan ada di peringkat 1 untuk sistem audio yang juga di pakai pada b peralatan elektronika seperti, sistem audio mobil, hingga komputer dan notebook.
Meski produk buatannya melanglang buana dan sangat terkenal, namun nama pencipta produk ini kurang dikenal publik. Dimana menjelang akhir hidupnya ia banyak menghabiskan waktunya dalam kegiatan sosial untuk mengkampanyekan inovasi teknologi. Harman sempat muncul ke publik tahun 2010 sebagai penyelamat majalah Newsweek yang tengah kolaps. Harman mengambil alih Newsweek dari Washington Post Co senilai 1 USD tapi harus menanggung utang perusahaan tersebut yang cukup besar. News week kemudian digabungkannya dengan situs web Daily Beast.
Sejarah JBL
Sebelum masuk dalam keluarga Harman Kardon, JBL dimulai dengan merk J.B.L dari singkatan James Bullough Lansing yang jenius di bidang elektronik. Di lahirkan bernama James Martini 14 Januari 1902, di Macoupin County, Illinois. Sejak kecil James cukup menonjol di bidang elektronik dimana pada usia 12, ia mampu membangun pemancar kecil yang cukup kuat untuk stasiun radio lokal.
James sekolah menengah dan sekolah tinggi di Springfield, Illinois, serta mengambil kursus di sebuah perguruan tinggi bisnis kecil. Tidak pernah mendapat gelar formal di bidang teknik. Saat dewasa James Martini merubah namanya dengan nama tengah Bullough dan nama akhir Lansing. Awal 1920-an bekerja sebagai montir mobil. Setelah ibunya meninggal tahun 1924, Lansing pindah ke Salt Lake City.
Awalnya bekerja jadi teknisi di sebuah stasiun radio lokal dan tak lama kemudian mendirikan Lansing Manufacturing Company untuk membangun loudspeaker radio. Bertemu partner Ken Decker dan membuat merk JBL makin terkenal. (wok/jbl.com)
Harman dan JBL
Setelah 20 tahun, JBL jadi salah satu keberhasilan terbesar di dunia audio, William Thomas yang saat itu memiliki JBL menjual perusahaannya tahun 1969 pada perusahhan Harman. Kesepakatan itu menjadikan merger yang luar bisa di dunia audio dan mengubahnya juga menjadi Harman International Industries, Incorporated.










