Sebuah Bajaj berhenti dan menurunkan 3 orang penumpang. Sinar matahari masih terasa menyengat ketika 3 penumpang berpenampilan “Nyentrik” (lengkap dengan kacamatanya) ini mengamati sebuah tulisan di kertas, dan seketika mencari-cari alamat yang dituju. Berdebat sebentar, kemudian langkah mereka lanjutkan di sebuah bangunan perkantoran. Berbekal Puluhan keping CD, rupanya mereka hendak mencoba peuntungan dengan melamar pada label, untuk kemudian mampu memproduksi dan mempromosikan karya band mereka.
Meski bak cerita dalam sinetron, itulah realita yang sering terjadi di dunia musik kita. Fakta yang sering berkata Label bisa menjadikan sebuah band menjadi profesional dan bisa hidup layak bahkan mewah bagi personilnnya dengan bermusik, rupanya membuat jarak tak lagi berarti dan kesempatan bisa diadu seperti judi. Tapi masalahnya, apakah nasib sesuai dengan perjuangan, mengingat gak sedikit dari musisi amatir ini datang dari penjuru kota di tanah air? Sayangnya, gak sedikit diantaranya harus pulang dengan tangan hampa.
Selain kualitas, beberapa label memilih karisma sebuah band dalam membentuk komunitasnya. Seperti di Music Factory, sebuah band yang bakal diangkat harus memiliki komunitas yang bagus selain kualitas musik yang oke. “Biasanya mereka harus mempunyai refrensi fans. Baru setelah itu kami rekomendasikan dan diseleksi apa musiknya sesuai gak sama standar kita,” papar Stefanie Soewono, ST, Marketing Communications Manager Music Factory.
Lain halnya di Sony Music, syaratnya gak kelewat ribet. Seperti halnya melamar sebuah pekerjaan, disini syaratnya hanya dengan menyerahkan CD demo dan tunggu panggilan resmi. Semudah itu???..yup, saking mudahnya Loe tau berapa band yang mengirim CD demonya di Label yang menaungi band besar sekelas SO7 dan Padi ini ? “Dalam sehari kantor kita biasa menerima 20-30 CD demo setiap harinya. CD ini kemudian di shortir oleh quality control dan hanya beberapa saja kemudian diangkat,” papar Sundari, Press & Publication Assistant Manager Sony Music. Nah, bisa kebayang dong kalo satu hari saja segitu, bagaimana jika setahun. Faktanya, 6625 karya akan bersaing dan tak kurang dari 10 band saja dalam setahun yang akhrinya bisa berlabel Sony music.
Merasa pesimis bisa diterima, tunggu dulu. Ada baiknya persiapan dan pengenalan medan pertempuran dilakukan sebelum mengambil tindakan. Jadi jangan sia-siakan CD demo, dan tenaga Loe, kalo kualitasnya belum maksimal, dan di serahkan pada tangan yang salah. Adi









