Gotik dan Serem Gak Harus Cadas

Adalah Priya Anopanji-Priya (Vokal), Danny Akbar–Donny (Gitar), Denny Rahmat Ramdani–Denny (Bass), Muhamad Riski Maulana–Udhe (Keyboard), Raka Aulintcra-Raka (Gitar), Isdintomadi–Dino (Drum) dibalik band yang berdiri sejak 2001 ini. Konsep Kuburan pada dasarnya Out of the Box. Seperti beberapa band yang ada di Bandung, konsep Kuburan, benang merahnya adalah entertainment. Jadi gak cuma telinga yang terhibur, tapi mata dan suasana dijamin ikutan.
Kita pada dasarnya bukan pelawak. Cuman pengen nge-hibur orang dengan konsep yang berbeda atau entertainer,” papar Priya.
Karena terkesan memplesetkan komunitas Gotik dan band metal, Kuburan tak jarang di cemooh dan tak jarang dimusihi oleh beberapa band cadas, termasuk mereka yang berdomisili di Bandung. “Awalnya menjadi masalah, tapi setelah kenal sama mereka, masalah tersebut akhirnya hilang dengan sendiri. Terlebih salah satu dedengkot musik cadas adalah teman kita dan sering minta baju kita,” cerita Priya.
Konsep nyeleneh dari band yang satu ini sering terlihat dari ide-ide aneh dan kocak dari band ini. Beberapa diantaranya, band ini pernah menyatakan membubarkan diri pada saat konser dan ketika mereka masih berjalan seumur jagung. “Kita pernah menyatakan membuabarkan diri di sebuah konser di Kampus. Padahal orang-orang belum tahu sama band kita,” jelas Donny sembari tersenyum. Tak kalah kocaknya, album perdana indie mereka yang berisi 12 lagu di beri judul “The Greatest Hits Volume 2” Kapan volume 1 nya ???.
Satu lagi yang bikin band ini begitu mudah diingat, yup kehadiran Gimik atau icon yang hadir untuk memeriahkan setiap konser kuburan. “Tugasnya macam-macam. Mulai dari jadi patung, sampat jadi stand mic. Kita berharap,” papar Donny. Nah percaya atau gak, berkat kebiasaannya ini, Kuburan sering mengalami pengalaman mistis tentu aja didatangi tamu dari dunia lain pas akhir konser. “Kita sering bikin icon serem seperti pocong atau suster ngesot untuk stand mick. Nah, setelah akhir acara kita packing dan pulang, petugas gedung sering nyeletuk, tuh mas temennya masih ketinggalan yang jadi pocong2an. Padahal yang masih dilokasi cuman crew dan yang jadi icon sudah pulang,” cerit Priya. Adi









