Dahulu, Surabaya digunakan sebagai barometer musik rock tanah air. Karena dominasi beberapa band besar beraliran rock seperti Padi, Dewa, Boomerang hingga power metal pernah besar di kota pahlawan ini. Namun, seiring dominasi pop saat ini, bagai mana atmosfir rock di Surabaya saat ini?
Meski jarang terpublikasikan, atmosfir rock di Surabaya sebenarnya mash tetap terjaga. Beberapa band rock pun masih tetap eksis, mulai dari yang lama sampai kader regenerasi baru yang terbentuk. Beberapa even pun banyak di gelar rutin tiap bulannya.
Dan jika berbicara atmosfir rock yang tetap terpelihara, tak berlebihan jika penghormatan diberikan kepada komunitas rock yang berkaitan, seperti komunitas NO WAR (Nice Organizer, Wadah Aspirasi dan Apresiasi Rockers). Beranggotakan lebih dari 200 band rock, komunitas ini sangat rajin membuat dan mengirim anggotanya di setiap even rock.
Kurangnya perhatian dari semua pihak, membuat gaung atmosfir rock kurang mengena dibanding dengan kota-kota yang lain. “Jika pemerintah tanggap dengan menfasilitasi kita, dan 4 artis besar Indonesia asal Surabaya membawa satu saja adiknya untuk diorbitkan. Maka rock Surabaya akan terus hidup dan disegani oleh siapa saja,” kritik Yus Selaku ketua No War. Adi










