Mencoba Sukses Melalui Konsep Musikalitas Segar
“Ya iya lah, masa ya iya donk…” Mungkin jika jargon itu di licensi kan, kelima anak muda yang mengaku “Cowok idola idaman wanita” ini bakal menjadi milliyuner. Bagaimana tidak, tingginya apresiasi masyarakat dalam membeli tiket untuk menonton debut film pertamanya, The Tarix Jabrik, ditunjukkan dengan populernya jargon ini.

Permainan gitar dan suara yang khas di tambah dengan gebukan drum berirama khas musik rock and roll adalah ciri paling sering di dapat ketika mendengar band yang satu ini bernyanyi. Dengan lirik dan tingkah vokalis yang tak jarang konyol dan mudah di cerna, membuat the Changcuters makin mudah meroket.
Meski tak dapat dipungkiri, berkat film the Tarik Jabrix, kini the Changcuters menjadi band besar. Namun bukan berarti untuk meraihnya, diperoleh dengan instant, karena usaha dan kegigihan dilakukan sejak lama. Salah satunya dengan semangat membawakan lagu sendiri meski terbilang band baru di awal-awal terbentuknya band ini. Sehingga banyak orang mengenal the changcuters sebagai band indie sejati tanpa embel-embel top fourthy.
Sebelum banyak di kenal banyak orang, rupanya the Changcuters terlebih dahulu popular di kota asal mereka, Bandung. Sesuai konsep awal, kelima cowok “urakan” ini mulai dikenal berkat lagu-lagunya yang sering diputar bahkan menduduki chart tertinggi di beberapa stasiun radio di Ibu kota Jawa barat ini sebagai anak band indie. Bahkan tak berhenti di situ saja, band yang satu ini juga pernah merasakan gelar Rookie Of the years, oleh salah satu majalah di Bandung.

Sebelum memakai formasi seperti saat ini (5 orang) awalnya band ini hanya di gawangi oleh 3 pentolan saja. Tria, Dipa dan Qibil. Hobi yang bermusik sama dan se-kampus membuat ketiga orang ini merasa cocok antara satu dan yang lain. Berangkat karena kekaguman mereka dalam setiap konser musik yang mereka saksikan, Tepat nya pada 19 September 2004 akhirnya mereka memutuskan untuk membuat sebuah band.
Seteleh terbentuk, band bentukan ketiga orang ini, ingin sekali eksis dengan mengikuti beberapa audisi untuk bisa tampil dipanggung. Pada saat itu posisi Alda sebagai gitaris masih bersifat Audisional, dan Eric belum bergabung karena dia sudah bergabung dengan band lain, meski beberapa kali sempat membantu Tria dan kawan-kawan.
Tak lama, karena di tinggal sang drummer, Eric pun setuju untuk bergabung, terlebih band yang digawanginya bubar. Dan formasi pun terbentuk dengan masuknya Eric dan Alda yang kemudian menjadi pemain inti setelah sebelumnya menjadi audisional player. Alda adalah teman SMA Qibil dan pernah juga satu Band bersama Qibil semasa SMA, sedangkan Erick juga teman seband Qibil semasa SMP dan SMA awal.

Pada saat mereka hendak mencari label rekaman, mereka bertemu Uki “Peterpan” yang dulunya pernah satu band dengan Qibil dan Erick. Mereka pada awalnya hanya ingin berkonsultasi dengan Uki tapi nasib berkata lain, ternyata Uki tertarik untuk memproduseri mereka karena pada saat itu Uki sedang mencoba membuat label rekaman baru yang bernama Masterplan Records dan The Changcuters menjadi releasan pertamanya. Singkat kata singkat cerita, album perdana The Changcuters pun release di bawah naungan Masterplan Records.
The Changcuters Tria (Vokal), Qibil (Gitar) dan Dipa (Bass) Alda (Gitar) dan Erick (Drum). Adi











tHe cHangCutrezzzzz
lUv U fUll
i loVe U bIbEhhhhh
kak alda guanteng bangettttt.
cintta THE CHANGCUTERS SELALU…!
i LoVe The Changcuters SanGadh!!!!!!!!
THE CHANGCUTERS SERUUUUU AAAABIZZZZZZZZZ AND KERRRENNN BUANGETTTTTT GTU
I Love You THE CHANGCUTERS
majuu terussss the changcuters..
wlopun gu 9a bsa mengapresiasikan lewat gayaa?
Tapi di hati ini the changcuiters its no 1……
hhe
i loppphhhhhhhhhh u changcut……………..
TC kerennn !!!
luvd kang triaa …