Legenda Hidup musik Indonesia
Membuat lagu legend tak semudah menjadi personal legend. Karena dibutuhkan karya yang bertanggung jawab dan eksistensi yang tak sebentar. Jika tidak, jangan heran meski lagu anda sering dinyanyikan orang, orang tersebut justru tak mengenal anda,” jelas Benny Panjaitan, vokalis Panbers.

37 tahun berkiprah di blantika musik Indonesia dengan personil Orisinilnya, jelas sebuah prestasi yang tak bisa diukir oleh sembarangan group band. Tak berlebih, jika sebutan legend pantas disandang oleh pemilik prestasi tersebut, Panbers. Dibentuk tahun 1970 an, band ini terkenal dengan personilnya yang solid. ”Jika dikembalikan sejak awal dibentuknya band ini, kita tak pernah kehilangan satu personil karena perselisihan. Bahkan kita menambah personil untuk mengoptimalkan musikalitas kita,” papar Benny.
Apresiasi musik Panbers rupanya tak hanya datang dari negri sendiri, tetapi juga datang dari negri yang nan jauh di sana, Swiss. Tepatnya pada tahun 1994, seorang produser asal Negara yang berada di benua Eropa itu, menawari Benny dan kawan-kawan untuk rekaman dan membuat album. Di tahun ini Panbers berencana membuat album yang uniknya tidak diedarkan sebagai mana mestinya. “Kita hanya menjual untuk kalangan tertentu saja, jadi kalau ada orang ingin membelinya, bisa di dapat di setiap kesempatan kita manggung atau kontak manajemen kami,” papar Beny. Album ini, juga membuktikan, selain solid, band yang satu ini memiliki tingkat produktifitas yang patut diacungi jempol.
Berawal dari Pencekalan
Meski dari ribuan lagu yang tercipta dalam bentuk lebih dari 300 album yang telah tercipta, hanya 15 lagu berbahasa asing, bukan berarti Panbers tak pernah terjerat kasus cekal. Bahkan, menginap di hotel prodeo pun pernah dirasakan oleh salah satu personil band ini.
”Ketika itu, saya sedang bermain di Surabaya. Dalam konser yang diadakan di stadion Tambak Sari, saya menyanyikan lagu the beatles. Tak sempat menyelesaikan lagu, saya sudah di tangkap dan kemudian disel di markas marinir beberapa hari,” Papar Benny. Lirik berbahasa asing, pada saat itu, sangat tabu dinyanyikan dengan alasan tidak nasionalis. Kejadian itu tepat nya terjadi pada tahun 1969. Ketika itu Panbers belum terbentuk. Tak mau larut dalam keputusasaan karena merasa dicekal, kejadian ini justru membuat Benny terpacu untuk lebih mendalami musik, dan cikal bakal Panbers pun dimulai.
Kejadian pencekalan yang dialami oleh leader Panbers ini rupanya juga terjadi di kemudian hari, meski pencekalan tak harus berakhir disel. ”Padahal kita sudah membuat lirik dengan bahasa santun. Karena bagi kita, bahasa musik adalah bahasa yang sangat indah, dan tabu untuk menyakiti perasaan orang lain,” jelas ayah 3 orang putra ini. Pencekalan yang tak sampai terjadi berlarut-larut itu terjadi ketika Panbers akan muncul di Televisi. Karena rambut gondrong, produser acara sempat memboikot acara. Tapi untungnya hal tersebut hanya berjalan sebentar setelah proses kesepakatan diambil dengan catatan, mereka bermain dengan memakai topi. (Adi)









