Feeds:
Posts
Comments

Superglad

“Never Die” Di Album Baru No. 4
superglad
Berawal dari kebosanan kerena sering melihat dan mendengar warna musik yang itu-itu aja setiap hari adalah benang merah album mereka yang terbaru. Jangan heran jika dibandingkan beberapa album mereka sebelumnya, kali ini Superglad, menyuguhkan banyak variasi musik tanpa menghilangkan karakter sebagai band punk rock.
Continue Reading »

Pee Wee Gaskins

Invasi Malaysia dengan Merah Putih
pee wee gaskin
Sudah bukan rahasia, karya anak bangsa banyak yang diklaim oleh negri tetangga yang satu ini, Malaysia. Kebiasaan yang sering merugikan ini, membuat beberapa insan seniman terutama musisi kita geram. Salah satunya band pendatang baru yang sedang naik daun ini, Pee Wee Gaskins. Apa yang mereka lakukan sebagai sikap protes mereka di konser pertama mereka di Malaysia?
Continue Reading »

Sekarang Bukan Lagi Mimpi

http://www.kmate.com.au


Seperti halnya pakaian, gitar yang digunakan superstar sering dijadikan Role Model setiap orang. Mulai dari bentuk body, sound, Spesifikasi, sampai kalau bisa merk yang setara dengan gitaris idola seakan memberi kebanggaan tersendiri bagi setiap orang yang memainkan, terlebih lagi memilikinya. Nah, buat Loe yang berduit, jelas tak ada lagi halangan. Tapi bagaimana buat Loe yang punya duit pas-pasan, alias pendapatan masih “nodong” ortu? Tenang aja, banyak solusi untuk bisa bergaya ala gitaris idolamu, berikut ulasan yang mungkin bisa membantu.
Continue Reading »

Selain jadi inspirasi gak jarang musisi memberi pengaruh tersendiri bagi komunitasnya. Ya, singkatnya penampilan mereka sering dijadika Role Model dalam berdandan. Hmmm… Gimana ya biar kita bisa pake asesoris, Tshirt dan sebagainya seperti band-band kayak D’Masiv Seventeen dan sebagainya?

www.bisnisclothing.com

Berburu segala peranak-pernik ala selebritis pada dasarnya bisa disiasati. Bahkan gak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk mendapatkanya. Sedikit kreativitas dan rajin jalan-jalan di pasar loak, kadang-kadang memberi kita refrensi untuk berdandan ala mereka. Seperti ketika “Band Naif” keluar, banyak diantara Retropolis yang tiba-tiba rajin pasar loak hunting barang-barang vitage dan retro. Tapi buat Loe yang jarang ada waktu untuk jalan-jalan, atau alergi pasar loak, gak usah khawatir. Karena sekarang banyak band yang mengeluarkan merchandise original mereka. Tinggal liat di Internet atau datang pada boot saat mereka manggung, adalah cara yang paling efektif.
Continue Reading »

Sebuah Bajaj berhenti dan menurunkan 3 orang penumpang. Sinar matahari masih terasa menyengat ketika 3 penumpang berpenampilan “Nyentrik” (lengkap dengan kacamatanya) ini mengamati sebuah tulisan di kertas, dan seketika mencari-cari alamat yang dituju. Berdebat sebentar, kemudian langkah mereka lanjutkan di sebuah bangunan perkantoran. Berbekal Puluhan keping CD, rupanya mereka hendak mencoba peuntungan dengan melamar pada label, untuk kemudian mampu memproduksi dan mempromosikan karya band mereka.

Meski bak cerita dalam sinetron, itulah realita yang sering terjadi di dunia musik kita. Fakta yang sering berkata Label bisa menjadikan sebuah band menjadi profesional dan bisa hidup layak bahkan mewah bagi personilnnya dengan bermusik, rupanya membuat jarak tak lagi berarti dan kesempatan bisa diadu seperti judi. Tapi masalahnya, apakah nasib sesuai dengan perjuangan, mengingat gak sedikit dari musisi amatir ini datang dari penjuru kota di tanah air? Sayangnya, gak sedikit diantaranya harus pulang dengan tangan hampa.
Continue Reading »

Tuesday Out Loud

Kembali Saat Sumpah Pemuda
IMG_3769
Komunitas indie Surabaya gak ada matinya. Paling gak itu yang terlihat dari eksisnya acara yang digagas Prambors Radio Surabaya. Yup, seakan menjadi wadah tersendiri, even ini menyuguhkan berbagai karya indie. Seperti Film dan Musik tentunya. Selain sebagai ajang silaturahmi antar generasi komunitas indie, even kali ini juga sering diadakan dengan tema-tema khusus. Sumpah Pemuda jadi tema pada 27 Oktober 2009 kemarin di Big Box Surabaya.
Continue Reading »

The Potters

Saat Pecinta Novel Bikin Band

Satu lagi band asal Lampung yang siap meramaikan industri musik nasional, setelah Kangen band dan Hijau daun. Dengan menyuguhkan rasa Melayu sebagai mana band asal Lampung lainnya The Potters mengaku siap menjelajahi pasar musik nasional. Terlebih dibalik layar, ada sosok senior yang membuat mereka percaya diri.

dengarkandonk.files.wordpress.com

dengarkandonk.files.wordpress.com

Terbentuk pada 2007 band yang ini digawangi Frans Riski Aditya (vokal), Bonick Abdul Qodir (basis), Benny Fernando (drum), dan Jason Paul (gitar). Berawal dari obrolan Riski dan Doddy Kangen band. “Awalnya, proyek band ini kita ngomongin sebagai side proyek, sebelum Kangen band ngetop seperti sekarang. Intinya Doddy banyak menuangkan semua ide yang gak mungkin dilakukannya di Kangen band,” jelas Risky.
Continue Reading »

Older Posts »